Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pixelistanbul) Jakarta - Viral di media sosial seorang pemengaruh menyebut pemberian vitamin K pada bayi baru lahir memicu efek samping seperti jaundice (bayi kuning), eksim, sampai leukemia."Ternyata salah satu efek samping dari cucuk k itu adalah jaundice (penyakit kuning) eng ing eng," tulis narasi yang beredar di media sosial Threads.Menanggapi kegaduhan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam unggahannya di media sosial X menegaskan bahwa pemberian vitamin K jenis K1 yang digunakan untuk pencegahan pada bayi baru lahir tidak terbukti menyebabkan penyakit kuning patologis. Kondisi kuning (jaundice) pada bayi baru lahir umumnya disebabkan oleh proses adaptasi normal setelah kelahiran atau karena organ hati bayi yang baru mulai bekerja.IDAI memperingatkan bahwa tanpa pemberian vitamin K, bayi berisiko tinggi mengalami Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) atau perdarahan akibat kekurangan vitamin K. Kondisi ini sangat menakutkan karena awalnya bayi bisa tampak sehat. Namun, perdarahan dapat terjadi secara tiba-tiba di berbagai area, mulai dari saluran cerna hingga yang paling berbahaya adalah perdarahan otak. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian."Tanpa pemberian vitamin K, bayi berisiko tinggi mengalami perdarahan termasuk perdarahan otak," tulis IDAI.
Heboh Vitamin K Disebut Bikin Bayi Kuning, IDAI Luruskan Faktanya
Informasi Berita
✓ Aktif
0 kali
15 Mar 2026
Berita Terkait
Baca artikel lainnya di kategori yang sama
Poli Anak
Polling: Sudah Ada MBG, Masihkah Ada Rutinitas Siapin Bekal Anak Sekolah?
Detik - Kesehatan
01 Apr 2026
Poli Anak
Kenapa Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ternyata Ini yang Terjadi di Otaknya
Detik - Kesehatan
31 Mar 2026
Poli Anak
Riset: Laki-laki Gen Z Lebih 'Kolot' dari Boomers, Ngasuh Anak Disebut Tak Maskulin
Detik - Kesehatan
31 Mar 2026