Foto ilustrasi: iStock Jakarta - Para ilmuwan kini mulai menguraikan secara lebih rinci tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal dunia. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kematian kemungkinan besar tidak terjadi secara instan, melainkan melalui sebuah proses yang berlangsung secara bertahap.Studi ini menemukan bukti mengejutkan bahwa kesadaran manusia dapat bertahan selama beberapa jam setelah jantung berhenti memompa darah dan otak berhenti mengirimkan impuls listrik.Anna Fowler, seorang peneliti dari Arizona State University, menganalisis lebih dari 20 studi terkait pengalaman mendekati kematian (Near Death Experience) pada manusia dan hewan. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada otak setelah napas terakhir diembuskan. Menurut penelitian tersebut, seseorang masih mungkin tetap sadar selama berjam-jam meskipun fungsi jantung dan otaknya sudah berhenti. Fowler pun menyerukan pembaruan definisi ilmiah tentang kematian.Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa beberapa pasien yang mengalami 'penghentian sirkulasi total' mampu mengingat dengan jelas apa yang terjadi di sekitar mereka setelah dinyatakan meninggal. Kematian yang dulunya diyakini sebagai batas akhir yang instan, justru menampakkan dirinya sebagai sebuah proses. Sebuah lanskap yang berubah-ubah di mana kesadaran dan biologi bertahan lebih lama dari yang pernah kita bayangkan," jelas Fowler, dikutip dari Unilad.